headerphoto

Cerpen/Novel : Kisah untuk teladan

Kamis, 12 Juni 2008 01:32:40 - oleh : admin

Seorang ayah berjalan mundar-mandir di lorong hospital, gelisah akan keadaan isterinya yang akan melahirkan anak sulung mereka. setelah beberapa jam ia menunggu, tak jua terdengar tangisan bayi.

Tiba-tiba, seorang doktor berjalan tergopoh-gopoh keluar dari ruang persalinan menuju kearahnya. "Bagaimana keadaannya doktor?" tanyanya penuh harap. "Maaf encik , kami sudah berusaha, keadaannya amat kritikal si ibu sudah tak sedarkan diri!" jawab doktor itu. "Jadi bagaimana doktor ... ?" "Kami tak mungkin dan berupaya untuk menyelamatkan keduanya, tapi... masih ada harapan.

Kami hanya punya satu pilihan, menyelamatkan si ibu, atau menyelamatkan si bayi Lelaki tersebut kebingungan, dan tak dapat berkata-kata... ... . "Maaf encik, setiap saat amat berharga, tolong cepat untuk membuat pilihan!" desak doktor itu. Akhirnya, dengan berat hati lelaki itupun berkata dengan nada sayu, "Doktor, saya sangat bingung... Saya serahkan sepenuhnya kepada doktor.

Tolong lakukan yang terbaik!" pintanya. Doktor pun bergegas kembali ke ruang persalinan. Nampaknya dia sudah berpengalaman menangani masalah darurat atau kritikal seperti ini. Dan dia tahu apa yang harus dilakukannya. Ini adalah salah satu contoh, bagaimana keyakinan beragama boleh mempengaruhi keputusan disaat genting. Seorang doktor beragama kristian/katolik, ia akan berusaha menyelamatkan si anak, dan mengorbankan si ibu.

Bagi doktor muslim, ia akan berusaha menyelamatkan si ibu, dan mengorbankan si bayi. memang benar, dua-duanya adalah pilihan yang sukar, tapi itulah jalan terakhir dan muktamat. Mengapa ia boleh berlaku seperti demikian? Dalam ajaran kristian, setiap manusia yang lahir sudah membawa dosa, doktrin ini dikenal dengan "dosa waris" atau "dosa asal".

Manusia yang lahir sudah menanggung dosa Nabi Adam dan Hawa untuk menebusnya ia harus mengikuti seorang penyelamat yakni penebus dosa. (Ketua Paderi atau Pope). Doktor Kristian itu akan berjuang sedaya upaya untuk menyelamatkan si anak, agar dia dapat lahir dengan sihat dan selamat walaupun sebaliknya terpaksa mengorbankan si ibu. Doktor berharap, setelah anak itu lahir ia akan mendapat kesempatan untuk dibaptiskan, untuk tujuan menebus dosanya. Jika si anak meninggal sebelum dibaptiskan, anak itu akan masuk neraka. Sebab, dosanya belum sempat ditebus.

Dalam ajaran Islam, setiap manusia yang lahir dalam keadaan fitrah/suci. Doktor muslim akan berjuang menyelamatkan si ibu, kerana dia tidak bimbang yang bayi akan masuk neraka. Dengan terselamatkannya si Ibu, insyaAllah setelah sihat kembali akan dikurniai kekuatan untuk mengandung lagi dan mudah-mudahan mendapatkan ganti yang lebih baik, yang lebih soleh. sedangkan anak yang tak sempat terselamatkan, biarlah ia kembali ke Penciptanya dalam keadaan suci.

Mungkin lebih baik sekiranya bayi itu tidak dilahirkan di dunia yang penuh tipu daya ini agar hidupnya kelak tidak menjadi orang yang tersesat. Demikianlah, dalam keadaan serba salah lelaki tadi tak sempat untuk memastikan agama doktor tadi. Dan ia sudah berserah sepenuhnya kepada doktor itu.

Di dunia ini ada banyak agama dan kepercayaan. Kita akan sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang lebih sukar, dan melibatkan akibat atau natijah yang sangat ditakuti. Kisah di atas adalah salah satu daripada contohnya.

Beruntunglah orang yang selalu diberi jalan untuk mencari Ilmu yang bermanfaat, yang selalu dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dari sekian banyak pilihan yang ada. Kerana itu saya ingin berpesan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat, teruslah mengkaji ilmu-ilmu agama, mudah-mudahan pengetahuan yang kita peroleh akan semakin memantapkan kita dalam memutuskan suatu masalah, dan semoga akan lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Amin ya rabbal alamiin. wallahualam bissawab. Wassalam

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Cerpen/Novel" Lainnya